Mohon sabar ya bosku...
☀️ Cerah
🌔 Gelap
👑 Mewah
Estetik

Hubungi Admin

Panduan API Key

Silakan tonton video di bawah ini sampai selesai.

Terima Kasih

Traktir Rp.25.000 Bebas Pilih 1 (Satu) Tools Premium. Tanpa batas.Traktir Rp.250.000 Dapet Tools Premium Semuanya, Termasuk Update Tools yang akan datang.

QR Code
Atas Nama: MUKSIN ARWANI 085777791774
Nomor Disalin!
App Icon
Blog Generator Install aplikasi untuk akses lebih cepat.

Misteri Kepunahan Massal & Evolusi Dinosaurus: Dari The Great Dying Hingga Burung Modern

Dari Kadal Mengerikan Menjadi Burung Terbang: Perjalanan Evolusi Dinosaurus yang Menakjubkan

Sekitar 252 juta tahun yang lalu, sebuah peristiwa kepunahan massal mengerikan bernama The Great Dying menghapus sebagian besar kehidupan di Bumi. Namun, beberapa yang selamat melanjutkan hidup, berevolusi, dan membuka jalan bagi era baru. Jauh sebelum manusia purba muncul, di antara mereka terdapat nenek moyang dari penguasa zaman selanjutnya: dinosaurus. Mari kita telusuri evolusi dinosaurus, makhluk-makhluk megah yang pernah merajai daratan, dari asal-usul purba hingga warisan modernnya dalam wujud burung.



Mengenal Era Mesozoikum: Zaman Kadal yang Mengerikan

Setelah The Great Dying, Bumi memasuki era baru bernama Mesozoikum. Lewat lapisan batuan dan berbagai bukti lain seperti penanggalan karbon, kita mengetahui apa yang terjadi dan siapa saja penghuninya pada saat itu. Mesozoikum adalah era di mana makhluk-makhluk besar berkeliaran, sampai-sampai ilmuwan memberinya nama 'kadal yang mengerikan' atau dinosaurus.

Sejak pertama kali diberi nama oleh Richard Owen, dinosaurus telah menarik perhatian banyak orang, termasuk budaya populer. Hasil kerja keras para ilmuwan telah berhasil mengumpulkan berbagai catatan tentang dinosaurus, penemuan spesies baru, fosil kulit, telur, bulu, bahkan jejak kaki.

Apa Itu Dinosaurus Sebenarnya?

Sebelum kita membahas evolusi mereka, penting untuk tahu apa yang dimaksud dengan dinosaurus. Selain diturunkan dari nenek moyang yang sama, ada ciri-ciri unik yang hanya ditemukan pada dinosaurus. Yang paling jelas berkaitan dengan modifikasi pada pinggul dan kaki mereka yang lebih beradaptasi untuk berjalan di darat. Dinosaurus punya postur tegak dengan kaki belakang yang tegak lurus di bawah tubuhnya, yang disebut 'erek postur', mirip dengan kebanyakan mamalia.

Berbeda dengan kebanyakan reptil lain sezaman yang punya kaki belakang di samping tubuh, atau 'sprawling postur', dinosaurus menggunakan lebih sedikit energi untuk bergerak. Reptil sezaman yang sering dianggap dinosaurus padahal bukan, seperti Pterosaurus, Mosasaurus, dan Plesiosaurus, tidak punya kaki belakang dan pinggul khas dinosaurus. Jadi tidak heran kalau mereka tidak termasuk dinosaurus.



Perbedaan Pinggul Dinosaurus dan Reptil Lain

Tetapi ada reptil purba lain yang tampak berjalan seperti dinosaurus, contohnya kelompok Rauisuchia yang hidup pada periode Triasik. Reptil purba ini memang seolah punya postur mirip dinosaurus, tapi bila kita lihat ke dalam kerangkanya, mereka punya pinggul yang berbeda. Ilustrasi perbandingan pinggul reptil umum, dinosaurus, dan Rauisuchia (pilar erect postur) dapat membantu membedakannya.

Nenek Moyang Dinosaurus: Archosauria di Periode Permian

Untuk mengetahui dari mana dinosaurus berasal, mari kita pergi ke periode Permian akhir, sekitar 250 juta tahun yang lalu. Pada saat itu, dinosaurus memang belum ada. Tidak ada fosil dinosaurus yang ditemukan berasal dari periode tersebut. Namun, di sini kita akan melihat nenek moyang dari dinosaurus, yaitu klad yang dinamai Archosauria.

Archosauria bukanlah satu spesies hewan, melainkan kelompok atau tepatnya klad yang berisi berbagai spesies yang telah diidentifikasi para ilmuwan. Klad adalah pengelompokan yang mencakup nenek moyang yang sama dan semua keturunan yang masih hidup dan punah dari nenek moyang tersebut.

Pada periode Permian, Archosauria belum menjadi kelompok yang dominan, hingga terjadilah peristiwa kepunahan massal The Great Dying sekitar 252 juta tahun yang lalu. Peristiwa ini memusnahkan sekitar 70% spesies vertebrata darat dan 96% spesies laut, menandai akhir dari periode Permian sekaligus era Paleozoikum dan beranjak ke era Mesozoikum yang diawali dari periode Triasik.

Triasik: Asal Mula Dinosaurus dan Dominasi Archosauria

Seperti pola yang terjadi setiap pasca-kepunahan, akan ada banyak relung ekologi yang kosong. Organisme yang bertahan dan mampu beradaptasi dengan baik punya kesempatan untuk mengisi relung tersebut. Dalam hal ini, Archosauria berkembang begitu baik di periode Triasik. Saat itu mereka menjadi dominan, dengan berbagai faktor mulai dari iklim, anatomi, hingga sistem pernapasan yang menjadi kunci keberhasilan mereka.

Archosauria terbagi menjadi dua garis keturunan utama: Pseudosuchia (lebih dekat kekerabatannya dengan buaya) dan Avemetatarsalia atau Ornithodira (lebih dekat kekerabatannya dengan dinosaurus). Kelompok Ornithodira ini juga menurunkan Pterosaurus, yang berarti Pterosaurus memang bukan dinosaurus, tapi berkerabat dengannya. Keduanya memiliki nenek moyang yang sama dari kelompok Avemetatarsalia atau Ornithodira.

Dinosaurus sendiri berasal dari klad Dinosauria yang terbagi lagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Ornithischia dan Saurischia, di mana pembeda utamanya adalah bentuk pinggul mereka.

Kemunculan Dinosaurus Awal

Meskipun sudah menjadi pengetahuan umum kalau dinosaurus sudah ada sejak periode Triasik, namun sebenarnya mereka baru muncul pada pertengahan periode ini. Pada periode Triasik, dinosaurus belum menjadi dominan. Mereka bersaing dengan Archosauria lain dari kelompok Pseudosuchia yang lebih dekat berkerabat dengan buaya, seperti Aetosaurus, Ornithosuchida, dan Rauisuchia. Saat itu kelompok Pseudosuchia memang lebih sukses menguasai daratan ketimbang dinosaurus, di mana anggotanya ada yang berukuran cukup besar seperti Saurosuchus, yang berukuran 5 hingga 7 meter dan berat hampir 600 kg. Mereka adalah predator puncak pada masanya.

Meskipun kelak akan ada dinosaurus yang berukuran besar dan berjalan dengan empat kaki, nenek moyang mereka adalah predator kecil yang berjalan dengan dua kaki belakangnya, atau bipedal. Ini dibuktikan dengan berbagai fosil dinosaurus tertua seperti Eoraptor yang hidup pada periode Triasik akhir (sekitar 231 hingga 228 juta tahun yang lalu) di wilayah yang sekarang bernama Argentina. Mereka adalah bagian dari klad Sauropodomorpha, kelompok nenek moyang Sauropoda.

Di tempat lain di Rio Grande Do Sul, Brazil, ilmuwan menemukan fosil yang lebih tua dari Eoraptor, berusia sekitar 233 juta tahun, dari keluarga Herrerasauridae, dinosaurus karnivora. Bahkan di Tanzania, Afrika, ditemukan fosil yang lebih tua lagi, Nyasasaurus (sekitar 243 juta tahun yang lalu). Meskipun fosilnya kurang lengkap, ini menjadi pertanda bahwa dinosaurus sudah ada sejak Triasik.

Jurassic: Dinosaurus Penguasa Daratan

Pertengahan periode Triasik yang berlangsung sekitar 50 juta tahun kemudian berakhir, ditandai dengan peristiwa kepunahan massal Triasik sekitar 201 juta tahun yang lalu. Dunia beranjak ke periode Jurassic, awal dari masa kejayaan dinosaurus. Kepunahan Triasik memang tidak separah The Great Dying, tetapi membuat banyak kelompok Pseudosuchia yang dulunya mendominasi punah, hanya menyisakan garis keturunan Crocodylomorpha (nenek moyang buaya modern).

Seperti pola yang umum setelah kepunahan, banyak relung ekologi yang akhirnya kosong. Garis keturunan dinosaurus yang bertahan mulai terdiversifikasi dan mengisi relung tersebut. Pola ini mirip dengan yang terjadi pada mamalia saat dinosaurus non-unggas punah. Pada periode Jurassic, dinosaurus dominan di darat, Pterosaurus dominan di udara, dan Crocodylomorpha dominan di sungai dan rawa-rawa.

Bumi di Era Jurassic

Pada periode Jurassic, superbenua Pangea mulai terpecah menjadi Laurasia (Amerika Utara, Greenland, Eropa, Asia) dan Gondwana (Amerika Selatan, Afrika, India, Madagaskar, Antarktika, Australia). Daratan pada periode Jurassic diselimuti oleh lapisan vegetasi yang tebal. Hutan tumbuh subur, didominasi oleh tumbuhan konifer (seperti pinus dan cemara saat ini), pakis, cycad, hingga beberapa kelompok lumut, mendukung kehidupan dinosaurus herbivora.

Dinosaurus Raksasa Bermunculan

Dinosaurus yang dulunya berukuran kecil, kini mulai muncul dalam ukuran besar. Contohnya, Sauropoda Vulcanodon hingga Theropoda Dilophosaurus muncul pada awal periode ini (201 hingga 174 juta tahun yang lalu). Pada periode Jurassic Tengah (174 hingga 164 juta tahun yang lalu), Sauropoda semakin berukuran besar, contohnya Cetiosaurus. Predator besar seperti Megalosaurus juga hidup pada pertengahan periode ini.

Beranjak ke periode Jurassic akhir (164 hingga 145 juta tahun yang lalu), ada berbagai dinosaurus terkenal seperti Sauropoda Brontosaurus, Brachiosaurus, dan Diplodocus; kelompok Ornithischia seperti Stegosaurus hingga Iguanodon; serta Theropoda besar seperti Ceratosaurus hingga Allosaurus.

Asal Mula Burung

Tidak hanya itu, nenek moyang burung juga mulai bercabang dari dinosaurus Theropoda pada periode Jurassic. Salah satu contoh terkenalnya adalah Archaeopteryx. Meskipun tidak dianggap sebagai nenek moyang langsung burung modern, setidaknya Theropoda kecil ini telah memberi gambaran bagaimana bentuk transisi antara dinosaurus dan burung.

Cretaceous: Kenapa Dinosaurus Sangat Besar?

Periode Jurassic berakhir, dunia memasuki periode Kapur (Cretaceous). Dinosaurus masih mendominasi daratan, bahkan beberapa melampaui ukuran yang sebelumnya pernah ada. Inilah saat dinosaurus mencapai keanekaragaman maksimum dan ukuran terbesarnya, menjadi hewan darat terbesar yang pernah ada. Terpecahnya Pangea yang terus berlanjut membuat dinosaurus mulai terdiferensiasi secara kuat berdasarkan daratan.

Dinosaurus Ikonik di Periode Kapur

Berbagai dinosaurus paling ikonik sepanjang masa juga hidup pada periode ini. Di awal periode Kapur (145 hingga 101 juta tahun yang lalu), kita menemui predator seperti Baryonyx hingga Utahraptor. Sementara itu, Patagotitan menjulang tinggi dengan panjang antara 30 hingga 40 meter dan berat hingga 50 ton, salah satu hewan darat terbesar yang pernah ada di Bumi.

Di akhir periode Kapur (101 hingga 66 juta tahun yang lalu), dinosaurus yang ditemukan semakin tidak asing di telinga: dari Ornithischia ada Triceratops, Parasaurolophus, dan Ankylosaurus; hingga Theropoda mulai dari yang kecil seperti Velociraptor dan yang besar seperti Carnotaurus, Spinosaurus, serta yang paling ikonik Tyrannosaurus.

Rahasia di Balik Ukuran Raksasa Dinosaurus

Ada beberapa faktor yang membuat dinosaurus dapat tumbuh sangat besar. Selain habitat yang mendukung seperti makanan yang melimpah, ada juga faktor dari dalam diri mereka sendiri. Ternyata, dinosaurus punya tulang berongga yang ringan namun kuat, terutama pada kelompok Theropoda dan Sauropoda, mirip dengan yang ditemukan pada burung. Pada burung, struktur tulang seperti ini membantu mereka terbang. Sementara pada dinosaurus, ini membuat mereka tumbuh besar, karena tulang yang terlalu padat akan membuat beban mereka terlalu berat.

Selain tulang yang ringan, dinosaurus juga punya sistem pernapasan khusus yang juga mirip burung. Tulang Sauropoda dan Theropoda yang lebih ringan dan berongga mengandung kantung udara yang bekerja dengan paru-paru mereka untuk membuat pernapasan sangat efisien, memompa pasokan oksigen secara konstan ke tubuhnya yang besar. Lagi-lagi, pada burung, sistem pernapasan ini membantu mereka terbang tanpa takut kehabisan oksigen.

Ukuran besar dinosaurus dapat memberi mereka beberapa keuntungan, contohnya akan membuat predator berpikir dua kali untuk memangsa mereka. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua dinosaurus berukuran besar. Di antara raksasa-raksasa itu, berbagai dinosaurus kecil berkeliaran mengisi ekosistem, contohnya Compsognathus yang hanya seukuran ayam. Hanya saja, dinosaurus kecil terlihat kurang menakjubkan dan kurang populer, ditambah fosil hewan besar akan lebih mudah ditemukan.

The Great Extinction dan Warisan Dinosaurus: Burung Modern

Setelah menjadi hewan darat dominan di era Mesozoikum, sekitar 66 juta tahun yang lalu, kepunahan massal kembali terjadi, memusnahkan semua dinosaurus non-unggas. Tidak ada catatan fosil dinosaurus yang lebih muda dari itu. Namun, dari masa-masa sulit tersebut, ada satu kelompok dari dinosaurus yang bertahan dan tetap ada hingga hari ini: mereka adalah Aves, atau dikenal sebagai burung.

Burung adalah satu-satunya dinosaurus yang tersisa. Berbagai bukti telah ditemukan, termasuk anatomi hingga secuil kolagen yang ditemukan di fosil kaki T-Rex. Salah satu faktor keberhasilan burung melewati kepunahan massal pada akhir periode Kapur adalah mulut mereka. Sementara burung yang masih mempertahankan mulut bergigi seperti nenek moyangnya punah, burung yang sudah mengembangkan paruh punya kesempatan yang lebih baik dengan memakan makanan keras seperti biji-bijian dan kacang-kacangan yang cenderung dapat bertahan lama dan tidak mudah hancur di masa-masa sulit tersebut.

Pada akhirnya, dinosaurus yang dulu terlihat seperti monster kini menyisakan mereka yang berbulu terbang ke sana kemari. Perkembangan sains dari waktu ke waktu telah membawa kita berpetualangan ke masa lalu. Meskipun mustahil bagi kita untuk mengetahui secara menyeluruh, berkat kerja keras para ilmuwan dan metode yang dapat dipertanggungjawabkan, setidaknya kita jadi punya sedikit gambaran tentang masa lalu.

TOPIK:

Tekan Enter untuk mencari

Cara Penggunaan

▶ Putar Video

Tonton video singkat ini untuk memahami cara menggunakan tools di halaman ini.