Vivo X300: Flagship Compact Terbaik yang Bikin Geleng-Geleng!
Vivo X300. Smartphone ini bukan sembarang HP, melainkan sebuah kejutan besar, flagship compact pertama dari Vivo Indonesia yang langsung bikin saya senyum-senyum. Ukuran doang mini, tapi spek di dalamnya tetap ngeri! Chipset terbaik, kamera tetap sadis ala X-series, baterai tetap gede, bodi sekecil ini bisa muat 6000 mAh lebih, dan spek-spek mewah yang biasanya cuma ada di flagship kelas Pro, kini hadir di Vivo X300 reguler. Jujur, ini benar-benar di luar prediksi!
Cerita TERBESAR (Tentang Ukuran Kecilnya)
Bagian yang sebenarnya juga jadi kejutan buat saya pas pertama kali lihat namanya, Vivo X300. Oh, enggak ada embel-embel mini, enggak ada light, atau huruf apa gitu. Kirain ukurannya bakal standar saja, kayak X200 yang layarnya 6.67 inci, atau X100 yang layarnya lebih gede lagi, di 6.78 inci. Sesuatu yang normal buat zaman sekarang. Varian reguler itu biasanya punya ukuran yang mirip versi Pro, tapi speknya dipotong. Makanya saya kegocek pas baca judulnya, pas baca namanya, karena ternyata kali ini caranya dibalik.
Yang dipotong itu justru ukuran bodi sama layarnya tentu saja, jadi 6.31 inci doang. Sementara speknya tetap mirip varian Pro. Wow! Karakternya bikin ingat sama Vivo X200 Pro Mini yang tahun lalu enggak masuk di pasar Indonesia. Buat yang belum tahu, tahun lalu Vivo sempat ngeluarin flagship compact juga, yang speknya serem juga, lewat X200 Pro Mini. Banyak yang suka, tapi barangnya cuma eksklusif di China saja. Mungkin Vivo enggak berani jualan banyak, karena menurut sejarah, jualan HP ukuran kecil itu agak susah. Udah banyak brand yang coba, termasuk Apple lewat iPhone Mini, tapi mereka enggak lanjutin karena enggak terlalu laku. Banyak spek yang harus dipotong sih, supaya HP-nya bisa kecil.
Mungkin kali ini Vivo berani masukin X300 ke pasar global, termasuk Indonesia, karena happy dengan sambutan buat X200 Pro Mini. Saya pun sangat-sangat suka sama X300. Ukurannya simpel, kira-kira sama kayak iPhone Pro yang bukan Max. Tangan saya happy megangnya, terasa pas saja masuk di genggaman, bobotnya juga nyaman di 190 gram.
Desain dan Fitur Premium
Material bodinya premium, backdoor dari kaca matte yang teksturnya halus tapi enggak licin, framenya dari aluminium. Udah IP68, IP69 yang aman kalau kecemplung air kolam atau disemprot air panas. Ada stereo speaker, ada IR blaster, support eSIM, infra merah, wireless charging, dan yang bikin saya ngerasa ini HP yang asik banget...
Ini Wow Sih... USB 3.2!
Port Type-C-nya udah pakai teknologi USB 3.2. Kedengeran receh ya, lihat lubang saja happy, tapi masih ada lho, beberapa HP sekelas kayak flagshipnya OPPO yang non-pro, dan iPhone non-pro, yang USB-nya masih tipe 2.0. HP 15 jutaan, tapi masih ngehemat spek. Lewat USB 3.2 kayak X300 ini, speed transfer maksimalnya bisa 10 kali lebih kenceng dari USB 2, dan bisa support display out juga. Mantap! Keputusan Vivo, buat enggak coba menghemat gini, benar-benar saya apresiasi ya, dia enggak aji mumpung ikut-ikutan motong fitur, dengan alasan brand lain juga kayak gitu. Enggak, dia berani beda, dan memang harusnya kayak gitu sih. Harusnya yang lain ikutin kayak gini.
Satu-satunya Kritikan: Speaker
Kritikan saya buat X300, cuma satu saja. Speakernya dong Vivo! Yang berlaku buat HP-HP Vivo lain juga. Speakernya terlalu berasa over di treble, sampai agak cempreng. Andai Vivo ngasih speaker yang bass-nya lebih dalam, lebih berasa, atau speaker yang balance lah, HP ini langsung menang total sih.
Display Pun Maksimal
Soalnya bagian lain kayak display, udah luar biasa bagus. Masih belum banyak HP non-pro yang berani ngasih tipe layar LTPO kayak X300. Layar yang refresh rate-nya canggih, bisa turun sampai 1Hz buat ngehemat energi kalau lagi statis, dan ngegas sampai 120Hz kalau dia lagi gerak biar efek smooth-nya maksimal. Ini tipe layar yang biasanya cuma ada di flagship varian Pro, buat brand lain yang ukurannya gede-gede. Kali ini Vivo berani kasih di HP kecil yang non-pro. Nice!
Brightness-nya juga sangat tinggi. Dipakai di luar ruangan, di bawah matahari super terik, isi layarnya tetap bisa kelihatan jelas. Walaupun layarnya lebih kecil, resolusinya tetap tajam di 1.5K maksimalnya, dan UI juga udah pakai Origin OS baru, yang jauh lebih bagus dari Phantos OS.
Origin OS Cantik
Soal Origin OS ini, udah banyak saya jelasin di review X300 yang Pro ya. Intinya, dia bikin tampilan HP Vivo jadi lebih modern, visual lebih cantik, dari desain ikon, lock screen, sampai ke animasi di dalam HP-nya juga kerasa lebih hidup. Kustomisasi lebih macam-macam, fitur lebih banyak, total upgrade yang bikin HP Vivo jadi lebih fun lagi buat dipakai.
Tenaganya BESAR
Lanjut ke mesin, yang juga berasa maksimal di Vivo X300. Chipsetnya tetap sama kayak varian Pro, pakai Dimensity 9500. Varian RAM internal ada yang 12/256 atau 16/512. Walaupun ukurannya kecil, performa yang dikasih X300 ini, cuma beda tipis dari varian Pro. Bedanya baru berasa pas kita ngegas pol mesinnya agak lamaan, di game berat, macam Genshin.
Kalau varian Pro kemarin, dia selalu stabil di FPS maksimal. Kalau di sini, kelihatan ya, pas kita udah main gamenya setengah jam lebih, frame rate-nya bakal turun ke kisaran 50-an FPS, tapi enggak sampai di bawah 45, setelah setengah jam lebih. Kalau dipakai lama-lama, mesin X300-nya mulai agak ngelepas gas, karena suhunya udah lumayan tinggi ya. Bagian depan bisa nyentuh sampai 48 derajat, sementara belakangnya sekitar 45 derajat.
Kalau kita bandingin skor benchmark AnTuTu pun, X300 ini dapetin skor yang lebih kecil dibanding X300 Pro, walaupun speknya sama. Kemungkinan besar karena panasnya tadi. Hukum alam memang enggak bisa dilawan ya, walaupun HP ini punya spek yang sama kayak varian Pro-nya, tapi ukuran yang kecil bikin sistem cooling-nya otomatis lebih kecil juga. Kalau misalnya si HP cuma kita pakai main game enteng kayak MLBB, suhunya aman di bawah 40 derajat. Pas kita pakai harian buat chatting, sosmed, gitu-gitu juga enggak berasa panas sih. Anget pun enggak. Kombinasi sistem yang stabil, enggak mudah panas, dan baterai 6040 mAh.
Baterainya Emang Segede Itu
Yep, baterai Vivo X300 ini kapasitasnya 6040 mAh, itu 1.5 kali lebih gede dari iPhone 17 Pro, dan bahkan lebih gede dari Samsung Ultra, yang baterainya di 5000 mAh saja. Otomatis bikin daya tahannya panjang, enggak kayak stereotipe HP kecil lah, yang baterainya juga otomatis kecil. Zaman udah beda bos. Dipakai seharian, masih sering ngisain 10-30%, kalau lagi banyak dipakai gaming, apalagi yang berat, baru kita harus ngecas sebelum makan malam.
Sebagai gambaran, streaming musik di Youtube, 1 jam dia makannya 7% kalau resolusi layarnya kita set ke 1.5K, MLBB setting paling tinggi, setengah jam 9%, dan Genshin yang maksimal setengah jam 17%. Speed ngecasnya sendiri ngebut, pakai charger 90W Flash Charge. Colok 5 menit udah masuk 13%, setengah jam udah 63%, dan enggak sampai sejam, dia udah penuh lagi. Enggak ada alasan lagi sih, HP kecil itu baterainya pasti cupu.
Kamera Tetap X Series
Dan walaupun ukurannya kecil, tapi Vivo tetap jagain reputasi kamera X series mereka di X300 ini ya, speknya tetap ngeri. Kamera utama, sensor 200MP, dengan OIS. Kamera telephoto, 50MP, tipe periskop yang bisa optical zoom 3x. Kamera ultrawide-nya 50MP, kamera selfie pun 50MP, hasil jepretannya cakep.
Buat dipakai foto malam, warnanya cerah, detail tetap tajam, tanpa kerasa banyak sharpening, bersih, minim noise. Motret di kondisi yang kurang ideal kayak di warung gurame cobek, yang lampunya keras kayak gini pun, warna dan detailnya masih bagus sih, enjoyable sih. Dipakai motret siang cerah pun, tetap bisa dapetin dynamic range luas, dari detail langit, sampai kebayangan di bawah pohon. Bawah gedung masih jelas. Kamera ultrawide-nya juga bisa ngasih warna yang cakep lho. Konsisten mirip kamera utama. Foto malam kayak gini, di pinggir jalan, tempat orang jualan makanan yang ngandelin lampu yang keras-keras, detailnya masih bagus, saya suka. Kamera telephoto-nya juga mantap. Pemandangan gunung yang jaraknya jauh, jadi kerasa lebih deket dan detailnya tetap dapat. Sistem kamera di Vivo X300, sedap.
Ini adalah hasil perekaman dari Vivo X300 yang reguler ya, yang ukurannya kecil, tapi lagi-lagi speknya tetap maksimal, seperti varian yang Pro-nya, karena ini bisa ngerekam di 4K 60 FPS, terus dia stabil juga, warnanya oke, walaupun lagi super-super terik, ini panas banget, tapi dynamic range-nya masih bisa ditangkap dengan baik. Di sini langit biru kelihatan, ruko-rukosa tetap jelas. Wah, lalu sih lho, lalu sih lho. Karena kita jalan aja, kalau tangkepan suaranya seperti apa, silakan dinilai sendiri. Kalau dari gambar ini udah bagus banget.
Kecil Gak Jadi Halangan
Kesimpulan buat Vivo X300. Ukuran kecil, enggak jadi halangan ya, buat ngasih spek idaman, mesin terbaik, kamera flagship, baterai yang bahkan lebih gede dari beberapa HP jumbo lain, materialnya solid, UI cakep, fitur yang lengkap, lebih banyak dari saingan sekelas. Mantap! Bikin satu-satunya, atau 2 kalau ngitung speaker tadi. Tapi yang paling penting, pertimbangannya mau beli HP ini atau enggak, ada di ukurannya. Kalau mau HP flagship yang nyaman di genggaman, gas X300. HP compact terbaik. Tapi kalau mau HP yang ukuran layarnya lebih lebar, biar lebih puas, ya berarti dari awal HP ini enggak bakal menarik. HP kecil bukan buat Anda.
Harga
Itu saja sih. Atau soal harga juga, Vivo X300 ini dipatok kurang lebih 15 juta, tergantung varian. Pasti banyak yang udah demen, udah ngiler sama HP compact bagus, tapi kalau udah 10 juta ke atas, ya mana kejangkau ya. Saya juga penasaran sih, selama ini kan HP-HP mini, banyak kan main di kelas flagship 10 juta plus-plus. Kalau misalnya, ada HP kecil 6.2, 6.1 inci, 6.3 inci, yang speknya bagus sesuai kelasnya di mid-range, 3-5 juta gitu, kira-kira heboh enggak ya? Laku enggak ya? Soalnya kita enggak bisa ngejudge, orang itu enggak suka HP compact, zaman udah berubah. Kalau contohnya itu flagship semua, belum ada yang mid-range, saya penasaran sih kalau misalnya ada HP begituan. Kalau ini kelasnya flagship. Demikian review GadgetIn buat Vivo X300.

